Minggu, 21 Februari 2016

BENAHI TAYANGAN INDONESIA (BTI)



 Zaman yang berteknologi ini, banyak banget teknologi yang menunjang kehidupan masyarakat bahkan industry. Pertelevisian pun demikian, semakin kesini, semakin baik kualitas gambar dan cepatnya informasi yang disuguhkan. Juga banyaknya tayangan di televisi. Tapi, gimana ya kalo Tayangan tersebut justru ga membawa dampak apapun bagi kita bahkan cenderung negative??!

1.       Sinetron
Indonesia tergolong punya sinetron yang sedikit, namun episode dan season yang banyak. Ga heran kalo Cinta Fitri sampe season 7 + season Ramadhan. Hal itu emang ga masalah karna mungkin sinetron tersebut digandrungi oleh masyarakat banyak. Tapi gimana kalo sinetron tersebut tidak mendidik dan keluar dari konteks judul?! Mari kita telaah, 2 dari sekian banyak sinetron.

Mak Ijah Izah Pengen ke Mekkah
Cerita ini diawali dengan seorang Ibu yang biasa di panggil Mak Ijah dan pengen banget ke Mekkah. Karna keterbatasan biaya, sang anak berusaha kerja keras supaya mewujudkan mimpinya emaknya tersebut. Cerita ini juga disertai konflik, dengan menghadirkan tetangga (Haji 3 kali) yang selalu merendahkan, bahkan jahat kepada Mak Ijah.

Lama kelamaan plot cerita ini keluar dari cerita bahkan sudut pandang orang pertama pun berubah. Mak Ijah yang menjadi pemeran utama memang tetap ada, namun sudut pandangnya berubah menjadi Bang Ocit yang mencari cinta. Sampai sinetron ini habis, masih dipertanyakan apakah Mak Ijah udah berangkat ke Mekkah atau belum?!

Anak Jalanan Di Jalan
Entah dari mana awal ceritanya dan bagaimana alur ceritanya. Yang jelas, sinetron ini sangat tidak singkron dengan judulnya. Ceritanya anak Jalanan, Rumahnya Gedongan, Motornya MoGe (Motor Gede), ceritanya tentang cinta-cintaan dan tawuran genk motor. Kenapa gak ganti judul jadi “Genk Motor” aja yaa. Hemm..  

2.       Acara Musik
Awal tahun 2010an sedang bummingnya acara music, hingga disetiap channel tv pasti ada acara music. Tapi sekarang tersisa 2 acara music yang bertahan hingga bertahun-tahun lamanya.

Awalnya acara ini memang menarik karna menghadirkan penyanyi setiap harinya. Bahkan disuguhi dengan billboard peringkat lagu yang hits. Juga video clip lagu yang baru diputar untuk menarik perhatian.

Tapi seiring berjalannya waktu, acara music itu pun berubah jadi ajang gossip, bahkan arena pemain dari host acara tersebut. Jadi harus kemana kita yang ingin tau informasi tentang music?

3.       Acara Gossip
Acara Gossip di Indonesia pun dihadirkan 2 – 3 kali sehari udah kaya minum obat. Dari Pagi-Siang-Sore. Acara ini memang ga masalah, karena tujuannya pun untuk memberi informasi kepada masyarakat tentang kehidupan selebriti. Agar kita bias “merasa” semakin dekat dengan selebri yang kita idolakan.

Tapi apakah harus setiap hari, isi dari acara tersebut selalu ‘artis yang itu-itu saja’ bahkan ‘artis yang menyokong channel tersebut’? dah 3 hari berturut-turut, saya menonton acara gossip yang isinya hanya:
Hari Pertama : A sedang dekat dengan B
Hari Kedua : A dan B masih sudah tidak malu lagu untuk mengungkapkan kemesraan
Hari Ketiga : A dan B ingin lanjut ke jenjang yang lebih serius

What the FUNKING hell??????!!!!! Emang artis Cuma itu aja di Indonesia -____-

Gak Cuma itu aja, berita yang lagi tren pun (contoh: Sianida, Bom Sakinah, dll) ikun dikomentari oleh artis “itu-itu saja”.  Inilah bukti kalo Acara yang seharusnya memberikan informasi kepada masyarakat, justru malah memberi profokasi.

4.       Acara Reality Show
Dulu, ada program tv realityshow yang judulnya “Termuhek-muhek”. Tayangan ini menginspirasi dan memberi haru, karna menampilkan tentang seseorang yang ingin ketemu dengan orang yang disayanginnya walau sudah bertahun-tahun hilang.

Setelah acara tersebut ga tayang lagi, saat ini muncul reality show, anggep aja nama acaranya “Bilang Putus” acara ini menampilkan seseorang yang pengen mengakhiri hubungannya dengan pasangannnya. Acara ini tidak membawa dampak apapun bahkan cenderung negative, karna menginspirasi kita kaula muda untuk ‘cara mengakhiri hubungan’.

Dari sekian contoh Acara – acara atau tayangan tersebut. Memang bukan salah Artis yang berperan dalam acara tersebut, mereka hanya butuh pekerjaan untuk memenuhin kebutuhan keluarganya. Dan jangan salahkan masyarakat yang tidak bisa memililah tontonan yang mereka tonton, karna tayangan tersebut hadir setiap hari di tv. Tapi bisakah pihak Produksi untuk membuat acara yang edukatif walaupun itu hanya sekedar acara hiburan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar