Zaman yang berteknologi ini, banyak banget teknologi yang
menunjang kehidupan masyarakat bahkan industry. Pertelevisian pun demikian,
semakin kesini, semakin baik kualitas gambar dan cepatnya informasi yang
disuguhkan. Juga banyaknya tayangan di televisi. Tapi, gimana ya kalo Tayangan
tersebut justru ga membawa dampak apapun bagi kita bahkan cenderung negative??!
1. Sinetron
Indonesia tergolong punya sinetron yang
sedikit, namun episode dan season yang banyak. Ga heran kalo Cinta Fitri sampe
season 7 + season Ramadhan. Hal itu emang ga masalah karna mungkin sinetron
tersebut digandrungi oleh masyarakat banyak. Tapi gimana kalo sinetron tersebut
tidak mendidik dan keluar dari konteks judul?! Mari kita telaah, 2 dari sekian
banyak sinetron.
Mak Ijah
Izah Pengen ke Mekkah
Cerita ini diawali dengan seorang Ibu yang
biasa di panggil Mak Ijah dan pengen banget ke Mekkah. Karna keterbatasan
biaya, sang anak berusaha kerja keras supaya mewujudkan mimpinya emaknya
tersebut. Cerita ini juga disertai konflik, dengan menghadirkan tetangga (Haji
3 kali) yang selalu merendahkan, bahkan jahat kepada Mak Ijah.
Lama kelamaan plot cerita ini keluar dari
cerita bahkan sudut pandang orang pertama pun berubah. Mak Ijah yang menjadi
pemeran utama memang tetap ada, namun sudut pandangnya berubah menjadi Bang
Ocit yang mencari cinta. Sampai sinetron ini habis, masih dipertanyakan apakah
Mak Ijah udah berangkat ke Mekkah atau belum?!
Anak Jalanan
Di Jalan
Entah dari mana awal ceritanya dan
bagaimana alur ceritanya. Yang jelas, sinetron ini sangat tidak singkron dengan
judulnya. Ceritanya anak Jalanan, Rumahnya Gedongan, Motornya MoGe (Motor
Gede), ceritanya tentang cinta-cintaan dan tawuran genk motor. Kenapa gak ganti
judul jadi “Genk Motor” aja yaa. Hemm..
2. Acara Musik
Awal tahun 2010an sedang bummingnya acara music,
hingga disetiap channel tv pasti ada acara music. Tapi sekarang tersisa 2 acara
music yang bertahan hingga bertahun-tahun lamanya.
Awalnya acara ini memang menarik karna
menghadirkan penyanyi setiap harinya. Bahkan disuguhi dengan billboard
peringkat lagu yang hits. Juga video clip lagu yang baru diputar untuk menarik
perhatian.
Tapi seiring berjalannya waktu, acara music
itu pun berubah jadi ajang gossip, bahkan arena pemain dari host acara
tersebut. Jadi harus kemana kita yang ingin tau informasi tentang music?
3. Acara Gossip
Acara Gossip di Indonesia pun dihadirkan 2 –
3 kali sehari udah kaya minum obat. Dari Pagi-Siang-Sore. Acara ini memang ga
masalah, karena tujuannya pun untuk memberi informasi kepada masyarakat tentang
kehidupan selebriti. Agar kita bias “merasa” semakin dekat dengan selebri yang
kita idolakan.
Tapi apakah harus setiap hari, isi dari
acara tersebut selalu ‘artis yang itu-itu saja’ bahkan ‘artis yang menyokong
channel tersebut’? dah 3 hari berturut-turut, saya menonton acara gossip yang
isinya hanya:
Hari Pertama : A sedang dekat dengan B
Hari Kedua : A dan B masih sudah tidak malu
lagu untuk mengungkapkan kemesraan
Hari Ketiga : A dan B ingin lanjut ke
jenjang yang lebih serius
What the FUNKING hell??????!!!!!
Emang artis Cuma itu aja di Indonesia -____-
Gak Cuma itu aja, berita yang lagi tren pun
(contoh: Sianida, Bom Sakinah, dll) ikun dikomentari oleh artis “itu-itu saja”.
Inilah bukti kalo Acara yang seharusnya
memberikan informasi kepada masyarakat, justru malah memberi profokasi.
4. Acara Reality Show
Dulu, ada program tv realityshow yang
judulnya “Termuhek-muhek”. Tayangan ini menginspirasi dan memberi haru, karna
menampilkan tentang seseorang yang ingin ketemu dengan orang yang disayanginnya
walau sudah bertahun-tahun hilang.
Setelah acara tersebut ga tayang lagi, saat
ini muncul reality show, anggep aja nama acaranya “Bilang Putus” acara ini
menampilkan seseorang yang pengen mengakhiri hubungannya dengan pasangannnya.
Acara ini tidak membawa dampak apapun bahkan cenderung negative, karna menginspirasi
kita kaula muda untuk ‘cara mengakhiri hubungan’.
Dari sekian contoh Acara – acara atau
tayangan tersebut. Memang bukan salah Artis yang berperan dalam acara tersebut,
mereka hanya butuh pekerjaan untuk memenuhin kebutuhan keluarganya. Dan jangan
salahkan masyarakat yang tidak bisa memililah tontonan yang mereka tonton,
karna tayangan tersebut hadir setiap hari di tv. Tapi bisakah pihak Produksi
untuk membuat acara yang edukatif walaupun itu hanya sekedar acara hiburan :)